Tata Cara Bersuci
agenda muslim,  My Blog

Tata Cara Bersuci Ala Muslimah

Dalam Islam, bersuci adalah tindakan yang menghilangkan sebab yang bisa menghalangi orang untuk melaksanakan ibadah seperti shalat, menyentuh Qur’an dan thawaf. Oleh karena itu, diperlukan tata cara bersuci yang benar.

Adalah sebuah kewajiban bagi setiap wanita muslimah untuk paham bagaimana mempraktikan tata cara bersuci yang baik dan benar, terutama mandi wajib. Karena tidak bisa disebut wanita muslimah yang kafah jika tidak mengetahui tata caranya dengan benar.

Misalnya ada seorang wanita muslimah yang keadaannya masih janabat lalu dia mandi namun tidak mengikuti tata caranya yang benar, khawatirnya wanita tersebut belum bebas dari hadats besar. Mau semahal apapun sabun atau shampo yang digunakan tidak akan berpengaruh. Karena mandi junubnya dianggap tidak sah. Dengan begitu, ibadah shalat yang dilakukan khawatirnya juga tidak sah.

Biasanya sebab yang dimaksud bisa menghalangi ini adalah hadats dan najis. Perbedaan antara keduanya yaitu bersuci dari sebab najis menyesuaikan kemampuan seseorang sedang bersuci dari hadats hukumnya wajib agar ibadah shalat seseorang bisa dianggap sah.

Perbedaan dari hadats dan najis sendiri sebenarnya tidak begitu banyak. Hadats merupakan kondisi dari seorang yang tidak boleh melaksanakan ibadah atau menyentuh Quran. Hadats terbagi menjadi 2 yakni hadats besar dan kecil.

Contoh hadats kecil adalah selepas buang air kecil, buang air besar, dan sejenisnya. maksud dari hadats besar adalah sebelum melakukan ibadah, ia wajib mandi lebih dulu. Kondisi yang menyebabkan hadats besar adalah selepas air mani keluar, selesai haid dan nifas, dan lain-lain.

Untuk penyebab najis juga bisa dari pakaian dan busana yang dikenakan oleh wanita muslimah itu sendiri. Apabila pakaian itu sampai menyentuh tanah, akan sangat rawan untuk mengenai najis. Pakaian yang sudah terkena najis tentunya tidak boleh digunakan untuk shalat. Karena syarat-syarat agar shalat bisa dibilang sah adalah salah satunya pakaian harus dengan kondisi yang suci.

Pada artikel kali ini akan dijelaskan bagaimana tata cara bersuci yang baik dan tepat sehingga ibadah yang dijalankan dapat dikatakan sah.

Mengapa Harus Melakukan Mandi Waijb Bagi Wanita?

Berdasarkan isi Al Quran yaitu pada Fath al-Qarib halaman 6, Hushn al-Muthalib halaman 67 juga Kasyifat as-Saja halaman 24, ada beberapa tata cara bersuciyang mewajibkan para wanita muslimah untuk mandi wajib/junub.

  • Setelah bersetubuh meskipun mani tidak keluar.
  • Karena keluarnya mani meskipun tidak habis bersetubuh.
  • Meninggal dunia. Namun ada pengecualian bagi yang mati secara syahid dan mati secara udzur. Contohnya mati karena terbakar.
  • Karena keluarnya darah haid.
  • Karena keluarnya darah nifas.
  • Setelah melahirkan. Walaupun andaikata janin belum berbentuk manusia atau masih berbentuk seperti gumpalan darah dan daging.

Rukun Untuk Menjalankan Mandi Junub Khusus Wanita Muslimah

Dalam menjalankan mandi wajib, ada beberapa rukun yang harus dilakukan. Tercantum di dalam Minhaj al-Qawim halaman 14 dan Ri’ayat al-Himmah juz 1 halaman 147-148. Berikut adalah rukun-rukun tersebut dan tata cara bersuci berdasarkan isi kitab tersebut.

  • Jika ingin menghilangkan haid, janabat dan nifas secara bersamaan adalah dengan menyiramkan air pada sebagian anggota tubuh. Contoh hanya wajah atau yang lain.
  • Air harus tersiram pada pada seluruh bagian tubuh termasuk rambut. Apabila rambut Anda digelung dan takut air tidak merata pada seluruh bagian rambut, maka wajib untuk menguraikan rambut. Kemudian, ratakan guyuran air pada seluruh tubuh.

Terkadang tidak cukup kalau hanya berdiri, perlu duduk juga agar air bisa merata menyiram seluruh bagian tubuh.

  • Imam Syafi’ie mengatakan bahwa baik untuk menghilangkan najis menggunakan air, apabila pada bagian tubuh ada najis. Untuk itu, tidaklah cukup apabila hanya satu kali menyiram demi menghilangkan najis tersebut. Kecuali jika itu adalah najis hukmiyah.

Syarat Agar Mandi Junub Untuk Wanita Muslimah Menjadi Sah

Ada 9 syarat yang harus dipatuhi agar mandi wajib yang dilakukan menjadi sah.

  1. Beragama Islam
  2. Memiliki akal sehat atau tamyiz. Maksudnya adalah bisa membedakan baik atau tidak, pagi atau malam, kiri atau kanan dan lainnya.
  3. Tahu dan menjalankan rukun untuk mandi wajib.
  4. Dalam mandi wajib, harus menggunakan air suci dan menyucikan atau thahir-muthahir.
  5. Air tidak boleh terhalang sesuatu untuk mencapai seluruh bagian tubuh.
  6. Memiliki niat untuk mandi wajib sempurna.
  7. Sifat air yang digunakan tidak berubah.
  8. Cara menggunakan air adalah dengan diarlirkan pada seluruh bagian tubuh.
  9. Tidak sedang mengalami haid, tidak ada darah nifas dan juga wiladah.

Tidak hanya itu, bagi seorang yang hadatsnya kekal, ada 2 syara tambahan. Yaitu bahwa mandi harus dilakukan selepas waktu shalat lalu mandi wajib tersebut harus segera dilakukan, tidak boleh ditunda-tunda.

Tata cara bersuci yang sudah diulas diatas harapannya dapat membantu Anda para wanita Muslimah apabila ingin melakukan mandi wajib agar ibadah Anda bisa dihitung sah.