Bagaimana Sholat Hadiah Dalam Islam Dan Kapan Waktu Sholat Hadiah?

Posted on

Bagaimana Sholat Hadiah Dalam Islam Dan Kapan Waktu Sholat Hadiah? – Setiap manusia yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan setiap manusia akan melewati masa-masa alam baru setelah kehidupan di dunia, yaitu alam kubur. Bagi seorang mukmin, kematian merupakan suatu kebahagiaan, karena dunia baginya adalah penjara. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

hadits-tentang-dunia-penjara-bagi-orang-mukmin

Artinya: “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir“.  (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa Orang mukmin seperti di penjara selama di dunia dikarenakan ia harus menahan diri dari berbagai nafsu syahwat yang telah diharamkan. Orang-orang mukmin sabar dalam melakukan ketaatan sampai ajal menjemput. Ketika ia wafat, barulah ia merasakan dan benar-benar istirahat dari segala hal yang harus dilakukan itu (berupa ketaatan). Kemudian ia akan memperoleh balasan dari Allah sesuai dengan apa yang dijanjikan-Nya.

Baca juga: 7 Perkara Yang Dapat Menerangi Alam Kubur

Sedangkan orang kafir, selama hidup di dunia banyak menghabiskan waktunya hanya untuk kenikmatan dan kesenangan semata. Sehingga ketika ia wafat, ia akan mendapatkan azab (siksa) yang amat pedih dan kekal abadi.

Pengertian Sholat Hadiah

Sahabat Muslimah, ketika ada orang-orang disekitar kita, sanak saudara, atau orang-orang terkasih seperti ayah, ibu, kakek, nenek, anak, guru atau siapapun meninggal dunia, apa yang diinginkan dari mereka? Tentu hanya sebuah doa. Karena alam kubur baginya adalah sesuatu yang baru dan sangat menakutkan, maka bantulah untuk meringankan siksaaannya dengan sholat hadiah. Diriwayatkan Rasulullah SAW, beliau bersabda:

hadits-tentang-sholat-hadiah

Artinya: “Tiada beban siksa yang lebih keras dari malam pertama kematiannya. Karenanya, kasihanilah mayit itu dengan bersedekah. Siapa yang tidak mampu bersedekah, maka hendaklah sholat dua rakaat. Dalam setiap rakaat, ia membaca surat Alfatihah 1 kali, Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur 1 kali dan surat Al-ikhlash 11 kali. Dan setelah salam, (membaca doa) yang artinya: “Tuhanku, aku telah lakukan sembahyang ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala sembahyangku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud), niscaya Allah sejak saat itu mengirim 1000 malaikat. Tiap malaikat membawakan cahaya dan hadiah yang akan menghibur mayit sampai hari Kiamat tiba“. (Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi Albantani)

Baca juga: Dahsyatnya Sakaratul Maut Dan Kepedihan-Kepedihannya

Jadi, sholat Hadiah itu adalah shalat yang dilakukan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal agar diberikan keringanan dan dibebaskan dari siksa kubur.

hadits-tentang-memohonkan-ampunan-bagi-mayit

Artinya: “adalah Nabi SAW jika telah selesai menguburkan mayit, dan beliau berdiri sebentar. Maka ia berkata: ” mohon ampunlah kamu semua (sahabat) kepada (Tuhanmu) untuk saudaramu ini dan mohonkanlah agar dia tetap tabah karena sesungguhnya dia sekarang  sedang ditanya (dalam kubur)“. (HR. Abu Dawud)

Bagaimana Sholat Hadiah Dalam Islam Dan Kapan Waktu Sholat Hadiah?
Bagaimana Sholat Hadiah Dalam Islam Dan Kapan Waktu Sholat Hadiah?

Bagaimana Sholat Hadiah Dalam Islam Dan Kapan Waktu Sholat Hadiah?

Malam Pertama di Alam kubur itu disebut dengan Laylatul Wahsyah (Malam yang sangat Mengerikan / Menakutkan). Sehingga sholat hadiah dilakukan pada malam pertama si mayit di kuburkan. Biasanya dilakukan ba’da sholat Maghrib dengan jumlah 2 rokaat. Berikut tata cara sholat hadiah:

Bacaan Niat Sholat Hadiah:

bacaan-niat-sholat-hadiah

Ushalli sunnatal hadiyyati ila (…) rok’ataini lillahi ta’ala, allahu akbar

Artinya: “Saya niat sholat hadiah untuk (…) dua rokaat karena Allah ta’ala“.

Sholat dua rokaat sebagaimana sholat pada umumnya. Pada rokaat pertama membaca surat al-fatihah 1 kali, ayat kursi 1 kali, surat at-takatsur 1 kali dan pada rokaat kedua membaca surat al-fatihah 1 kali dan al-ikhlas 11 kali.

Ba’da salam membaca doa berikut:

bacaan-doa-sholat-hadiah

Bismillahirrahmanirrahiim. Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammadin wa’ala ali sayyidina muhammad. Allahumma inni shallaitu hadzihis shalata wa ta’lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila qabri ‘(sebut nama mayit yang kita maksud)

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Nabi Muhammad. Tuhanku, sesungguhnya aku telah melakukan sholat ini dan Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala sholatku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud bin atau binti…)”.

Baca juga: Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya

Nah itulah pembahasan dan uraian seputar sholat hadiah, mulai dari pengertian, waktu dan tata caranya. Bagi yang biasa mengamalkan silakan diamalkan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam ukhuwah 🙂

Comments

comments