Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam

Posted on

Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam – Barakallahu laka wabaroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoir. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan. Subhanallah, maha suci Allah yang telah menyatukan dua insan dengan ikatan yang halal dan dipertemukan dalam mahligai cinta sejati. Turut berbahagia untuk saudara dan sahabat catatanmuslimah.com yang telah melangsungkan aqad nikah dan selamat menempuh hidup baru semoga Allah senantiasa menjaga kesucian dan keeratan tali kasih kalian hingga mati.

Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam
Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam
Doa Rasulullah SAW pada pernikahan putrinya Fatimah az-Zahrah dengan Ali bin Abi Thalib.

Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua. Dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka berdua, menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu serta pemberi rasa aman bagi umat”.

Memberikan tausyiah pernikahan itu tidak hanya disaat aqad berlangsung atau setelah aqad. Bagi para sahabat yang akan memulai untuk mengambil keputusan menikah pun berhak mendapatkan bait-bait pernikahan yang didalamnya sangat bermanfaat dan berguna untuk menambah pengetahuan tentang sebuah pernikahan. Dimana pernikahan merupakan dambaan setiap insan. Berikut ini mari kita simak bait-bait tausyiah pernikahan.

Nasihat Tentang Pernikahan Dalam Islam

Inilah beberapa nasehat yang harus selalu kita ingat dalam menjalankan bahtera rumah tangga.

Cintailah suamimu dan istrimu atas nama Allah dan Rasul.

InsyaAllah pernikahan yang kamu jalani akan berlimpah pahala. Tidak akan pernah ada penyesalan, sebab semuanya telah dikembalikan pada kebesaran Ilahi. Ajaklah suami atau istrimu untuk mencintaimu karna Allah sehingga bisa bersama-sama kelak hingga ke surga_Nya.

Ucapkanlah pada suami atau istrimu “Engkaulah yang terbaik yang dianugrahkan Allah kepadaku. Maka aku harus mensyukuri nikmat cinta ini meski kita baru mengenal satu sama lain, dan engkaulah amanah terindah yang Allah titipkan kepadaku hingga aku harus terus menjaga amanah ini dengan baik”. Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang engkau dustakan?

Rumah tangga itu bagaikan sebuah kapal.

Agar kuat dan kokoh harus dibangun dengan taqwa, cinta dan kasih sayang; hati seperti mesin yang bagus, dimana suami istri harus memiliki tujuan yang sama, tidak hanya untuk melepaskan nafsu birahi akan tetapi untuk mencetak generasi-generasi yang hebat dan beragama yang kuat; Akhlak sebagai bahan bakarnya. Akhlak mulia merupakan pondasi utama dalam membangun rumah tangga yakni dengan saling menghargai, mengasihi, memahami, menghormati, memuliakan dan saling membahagiakan insyaAllah, rumah tangga yang dibangun akan berjalan sesuai dengan mimpi dan harapan yang Allah ridhoi

Kompas dan Peta sebagai petunjuk yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk agar tidak tersesat; Nasihat sebagai peralatan yang dibawa ketika berlayar. Agama merupakan nasihat terbaik, maka kembalilah pada ajaran agama jika ada perselisihan, pertengkaran ataupun persoalan yang tak bisa diselesaikan; Suami sebagai nahkoda yang memegang peranan penting dalam mengayuh rumah tangga.

Oleh karenanya, suami harus bertanggung jawab atas rumah tangganya, memimpin dan mengajak pada kebaikan serta memegang peranan penting bagi kebahagiaan didalam rumah tangga; Bertawakal atau berserah diri dan pasrah terhadap apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT, namun tetap diiringi dengan doa dan ikhtiar semampunya untuk tetap berada di jalan yang Allah ridhoi.

Jika ada suatu perselisihan, maka selesaikanlah dengan penuh kesabaran. Jika ada yang tidak disukai, hadapi secara lapang dada. Yakinlah bahwa seburuk apapun kelakuan suami atau istrimu, itu tidak sebanding dengan raja Fir’aun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Dan yakinlah bahwa dia akan berubah kearah yang lebih baik dengan caramu membimbingnya dengan perlahan, santun dan lemah lembut serta tidak dengan cara kekeraasan agar tidak menyakiti hatinya.

Perselisihan dalam rumah tangga tidak akan pernah habis, yang harus dipelajari adalah bagaimana kita mencari solusi terbaik dari apa yang sedang diperselisihkan. Setiap pasangan itu tidak ada yang sempurna, oleh karenanya belajarlah untuk saling menyempurnakan diantara kalian.

Pada umumnya laki-lakipun butuh akan kebanggaan dirinya. Maka dari itu, katakanlah “aku bangga padamu” dengan berbagai variasi sesering mungkin. Dan sampaikanlah dengan ucapan yang lembut, hati yang tulus, santun dan senyum yang ikhlas. Niscaya suamimu akan melakukan apapun demi kebahagiaan istrinya.

Begitu pula dengan seorang wanita yang selalu ingin dipuji. Oleh karenanya, sesering mungkin pujilah dirinya dengan mengatakan “kamu begitu manis malam ini wahai istriku atau dengan menggunakan pakaian ini kamu terlihat seperti saat aku berjumpa denganmu disaat kau datang ketika selesai ku ucapkan aqad”. Ucapkan sesering mungkin degan beragam variasi, dan pujilah apa yang telah ia lakukan padamu meskipun hanya membuatkanmu secangkir kopi.

Berhati-hatilah dalam menjaga emosi yang bisa membuatnya marah seperti bau tak sedap, pemandangan yang berantakan, tidak ada makanan saat kelaparan, kurangnya istirahat, atau perkataan yang menyinggung hati dan perasaannya.

Cinta itu selalu memberikan yang terbaik dan tidak pernah meminta apalagi menuntut. Jangan kau nodai cinta atas nama kenikmatan dunia. Tergiurlah dengan banyaknya pahala dari setiap kebaikan yang saling diberikan diantaramu. Jika pasangan sudah mulai perhitungan, pamrih, menuntut ini itu alamat rumah tangga bakal karam.

Peliharalah hal-hal penting yang harus dijaga seperti: kehormatan, harta suami, aib dan rahasia. Perhatikan pendidikan anak-anak dan pembinaan akhlak keluarga.

Berhati-hatilah dengan bisa lidah. Jangan runtuhkan rasa percaya dirinya gara-gara kata pedasmu. Semakin baik dalam menjaga lidah, insyaAllah rumah tangga yang dibina kian indah. Sesungguhnya kehancuran pernikahan sering berawal dari mulut yang tak terkendalikan.

Suami tetap dirinya sendiri dan istri tetap dirinya sendiri. Maka hindarilah upaya untuk menjadikan pasangan seperti diri kita, terkecuali dalam hal mendidik kearah yang lebih baik. Hargailah hobinya walaupun kita tidak suka dan hormatilah karakternya yang sudah terbentuk puluhan tahun sebelum menikah denganmu.

Yang terakhir adalah tentang modal pernikahan yang paling utama yakni kesabaran yang tiada batas. Ya… sabar yang tiada berujung dan melebihi luasnya tujuh samudra. Masing-masing memiliki sejarah hidup serta keunikan pribadi, maka butuh kesabaran tinggi dalam rangka mempertemukannya, manusia tidak akan pernah puas, namun bersyukurlah atas apa yang dimiliki sekarang.

Btw, nggak perlu khawatir ya sahabatku, keikhlasan akan membuat segala urusan bahkan segala penderitaan terasa ringan dan menyenangkan. Kayuhlah biduk cinta dengan kesetiaan yang tak bertepi hingga ke surga_Nya.

Sebaik-baik wanita adalah yang taat kepada Allah SWT dan patuh kepada suaminya. Sedangkan sebaik-baik laki-laki adalah yang taat kepada Allah SWT dan memuliakan istrinya.

Nah itulah beberapa point penting untuk dijadikan pedoman bagi para pemuda pemudi, ikhwan wa ikhwaty, dan seluruh saudaraku yang akan menginjak bahtera kehidupan baru. Semoga keluarga yang kelak dibinanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Sekian artikel tausyiah mengenai Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Sekian terimakasih 🙂

Silakan baca juga: